G1R1J DiGALAKKAN KEMBALI, DINKES TANGSEL GELAR RAKOR POKJANAL CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan menggelar acara Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) di Aula Rapat Gedung 3 Puspem Kota Tangsel, Jumat (8/3). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk (PSN) dan mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Bambang Noertjahjo, SE,. AK, selaku ketua POKJANAL DBD tingkat Kota Tangerang Selatan dalam sambutannya, menekankan pentingnya program G1R1J dalam melindungi masyarakat dari bahaya DBD. "Wilayah kita merupakan endemis DBD, sehingga perlu tindakan segera untuk menanggulanginya," kata Bambang. Bambang meminta para camat untuk mengaktifkan kembali Pokja dan Pokjanal DBD di kelurahan dan kecamatan, serta melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan DBD, seperti: * Mengadakan pertemuan dengan pokja dan pokjanal DBD di kecamatan * Melakukan PSN dengan program G1R1J * Menyiapkan Jumantik KIT di pokja dan pokjanal DBD * Memantau lokasi kejadian DBD dan berkolaborasi dengan Puskesmas * Memiliki data Angka Bebas Jentik (ABJ) per RW Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar MKM, melaporkan bahwa kasus DBD di Tangsel mengalami peningkatan pada tahun 2024. Dari Januari hingga 4 Maret 2024, terdapat 233 kasus DBD, dibandingkan dengan 122 kasus pada periode yang sama tahun 2023. "Upaya pengendalian DBD di Tangsel meliputi pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan," jelas dr. Allin. "Untuk pencegahan, kami melakukan PSN 3M plus dengan program G1R1J. Sedangkan untuk pemutusan mata rantai penularan, kami melakukan fogging di wilayah yang terjadi penularan kasus DBD." dr. Allin mengajak seluruh masyarakat untuk aktif dalam program G1R1J dan melakukan PSN 3M plus minimal 1 minggu sekali. "Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk memerangi DBD dan mewujudkan Tangsel yang bebas DBD," ajaknya.