Influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, yaitu hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, dan C. Dalam banyak kasus, influenza mungkin hanya menyebabkan gejala ringan, tetapi pada bayi dan balita, virus ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Beberapa penyebab influenza antara lain
1. Influenza A: Penyebab paling umum dari wabah flu dan pandemi global. Subtipe virus ini, seperti H1N1 dan H3N2, sering berubah, menyebabkan kebutuhan vaksin yang berbeda setiap tahun.
2. Influenza B: Umumnya menyebabkan wabah yang lebih lokal dan biasanya lebih ringan dibandingkan dengan influenza A.
3. Influenza C: Penyebab gejala flu yang paling ringan dan tidak menyebabkan wabah.
Gejala penyakit Influenza adalah Demam tinggi, Batuk kering, Sakit tenggorokan, Pilek, Sakit kepala, Kelelahan dan lemas, Sakit otot dan sendi, Muntah dan diare (meskipun lebih jarang).
Dalam meningkatkan kewaspadaan dini dan respon terhadap penyakit Influenza, Dinas Kesehatan menerapkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) atau yang biasa disebut dengan Early Warning Alert Response and System (EWARS). SKDR merupakan sebuah sistem yang berfungsi dalam mendeteksi adanya ancaman indikasi KLB penyakit menular yang dilaporkan secara mingguan dengan berbasis komputer, yang dapat menampilkan alert atau sinyal peringatan dini adanya peningkatan kasus penyakit melebihi nilai ambang batas di suatu wilayah.
Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) pada program Surveilans Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan didapatkan peningkatan kasus Influenza Like Illness dan Penumonia sejak minggu keempat bulan November 2024. Peningkatan kasus tertinggi terjadi pada minggu kedua bulan Desember 2024. Sampai dengan hari ini 20 Desember 2024, kasus influenza masih fluktuatif. Terdapat peningkatan maupun penurunan kasus influenza di setiap minggu. Penemuan kasus dilaporkan dari UPTD Puskesmas dan Rumah Sakit. Kasus dilaporkan terjadi pada semua umur di kota Tangerang Selatan.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan kewaspadaan dini dan respon terhadap kasus Influenza Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah melakukan sosialisasi, edukasi kepada tenaga Kesehatan, penyebarluasan informasi kepada Masyarakat dimedia sosial, dan memperkuat sistem surveilans yang sudah ada untuk melakukan investigasi maupun pelacakan kontak. Selain itu, Kami juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam upaya deteksi dini untuk segera melaporkan jika ditemukan kasus influenza di wilayahnya. Laporkan segera kepada Puskesmas setempat agar dapat ditindaklanjuti.
Dan Jika mengalami gejala Influenza maka segera ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau Rumah Sakit agar mendapatkan pengobatan simtomatik dan suportif untuk meringankan gejala yang ada hingga mencegah terjadinya infeksi sekunder serta komplikasi. Pada bayi dan balita, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti Pneumonia, Bronkiolitis, Miomisitis (Peradangan otot), Ensefalitis (Peradangan pada otak) dan Komplikasi jantung.
Untuk mencegah penyebaran Influenza perlu meningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun atau cairan antiseptic, tutup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin dan membuang tisu ditempat sampah, menghindari atau menjauh dari orang yang terkena flu, serta tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah melakukan kontak langsung dengan penderita flu. Bila terserang flu sebaiknya menggunakan masker penutup mulut dan hidung dan tidak beraktifitas diluar rumah agar tidak menyebarkan virus ke orang lain serta beristirahat. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi terutama bagi Masyarakat yang berisiko tinggi seperti tenaga Kesehatan, usia >65 tahun, Riwayat penyakit kronik (asma, diabetes, penyakit ginjal, dan kelemahan system imun), Riwayat penyakit metabolik kronis termasuk diabetes, penyakit disfungsi ginjal, hemoglobinopati, dan imunodefisiensi.
Dinas Kesehatan menghimbau kepada Masyarakat untuk tetap waspada terhadap kasus influenza. Influenza mungkin terdengar seperti penyakit biasa, tetapi dampaknya pada bayi dan balita bisa jauh lebih serius. Memahami gejala, metode pencegahan, dan pengobatan dapat membantu orang tua dan wali merawat anak-anak dengan lebih baik selama musim flu dan melindungi mereka dari potensi komplikasi yang parah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan
dr.Allin Hendalin Mahdaniar MKM