Tangerang Selatan — Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap
ancaman penyakit Dengue pada tahun 2026. Berdasarkan statistik nasional tahun
2025, Indonesia telah mencatat total 161.752 kasus yang dilaporkan dengan angka
kematian mencapai 673 jiwa. Data menunjukkan bahwa kelompok umur yang paling
berisiko dengan angka kematian tertinggi berada pada rentang usia 5-14 tahun.
Tingginya angka kematian ini sering kali dipicu oleh keterlambatan penanganan
medis, sehingga pengenalan tanda bahaya secara mandiri menjadi sangat
krusial.Gejala awal yang harus diwaspadai adalah demam tinggi. Jika demam tidak
kunjung turun dalam waktu 2-3 hari, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas
kesehatan. Masyarakat juga perlu mewaspadai "Fase Kritis", yaitu
kondisi di mana tanda-tanda bahaya sering muncul saat demam justru mulai turun
pada hari ke-3 sampai hari ke-7. Tanda-tanda bahaya tersebut meliputi nyeri
perut, muntah terus-menerus, pendarahan pada gusi atau hidung, serta kondisi
tangan dan kaki yang terasa dingin.
Sebagai langkah antisipasi, strategi pencegahan mandiri melalui implementasi
PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3M Plus dan gerakan G1R1J (Satu Rumah Satu
Jumantik) harus dilakukan secara rutin setiap minggu. Hal ini mencakup
pengurasan dan penutupan tempat penampungan air.
Selain itu, perlindungan diri dapat diperkuat dengan menggunakan lotion
anti-nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, serta mempertimbangkan imunisasi
Dengue mandiri. Untuk mendukung imunitas tubuh, masyarakat disarankan
mengonsumsi air putih 8-10 gelas sehari dan makan makanan bergizi.
Dalam kondisi kegawatdaruratan medik, masyarakat dapat segera menghubungi PSC
119 atau layanan informasi melalui nomor 081320656119. Upaya bersama melalui
kewaspadaan dini dan pemberantasan sarang nyamuk diharapkan dapat menekan angka
penularan Dengue di tahun ini.