Gejala umum DBD:
- Demam tinggi: Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius merupakan gejala awal DBD. Demam biasanya berlangsung selama 2-7 hari.
- Nyeri dan sakit kepala: Nyeri dan sakit kepala sering menyertai demam. Nyeri dapat terjadi di kepala, otot, dan tulang.
- Ruam kulit: Ruam kulit muncul pada 2-5 hari setelah demam dimulai. Ruam biasanya berwarna merah dan bintik-bintik kecil, dan muncul di dada, perut, dan punggung.
Gejala lain:
- Mual dan muntah, diare, nyeri di belakang mata, lemas dan kelelahan, pendarahan ringan (mimisan, gusi berdarah).
Pada kasus DBD yang parah, dapat muncul gejala berikut:
- Penurunan trombosit darah.
- Kebocoran plasma darah.
- Syok.
- Gagal organ.
Segera ke dokter jika Anda mengalami gejala DBD, terutama jika Anda memiliki gejala DBD yang parah.
Pencegahan DBD Lakukan 3M Plus: Menguras bak mandi/penampungan air minimal 1 minggu sekali. Menutup rapat tempat penampungan air. Mengubur barang bekas yang dapat menampung air. Plus: Meletakkan abate di tempat penampungan air, menggunakan kelambu saat tidur, dan memakai pakaian yang menutupi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.
Catatan:
- Gejala DBD dapat menyerupai gejala penyakit lain, seperti flu atau tifoid.
- Segera ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Sumber informasi:
[https://www.kemkes.go.id/](https://www.kemkes.go.id/)
[https://www.who.int/](https://www.who.int/)
Tips:
- Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
- Istirahat yang cukup.
- Hindari konsumsi obat aspirin atau ibuprofen, karena dapat meningkatkan risiko pendarahan.
Semoga informasi ini bermanfaat!