SETU – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan resmi menggelar kegiatan "Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Tahun 2026" di wilayah Kecamatan Setu. Kegiatan diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memperluas cakrawala pengetahuan serta keterampilan para kader agar semakin terampil dalam melaksanakan pelayanan rutin di tengah masyarakat.
Sebagai pembuka rangkaian sambutan, Camat Setu, Erwin Gembala Putra, S.STP, M.Si., selaku tuan rumah menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi luar biasa para kader dalam mengawal kesehatan warga di akar rumput. Beliau berharap momentum pembekalan ini dapat diserap secara maksimal oleh seluruh peserta agar mutu pelayanan kesehatan dasar di tingkat kelurahan wilayah Setu semakin responsif, komprehensif, dan melayani dengan sepenuh hati.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM, menyampaikan laporan resminya mengenai peta kekuatan posyandu di wilayah tersebut. Dr. Allin memaparkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kader dari 6 kelurahan se-Kecamatan Setu, yang mana saat ini terdapat 53 Posyandu dengan status seluruhnya aktif, serta total kekuatan mencapai 401 orang kader. Berdasarkan hasil penilaian berjenjang, kapasitas kader di wilayah tersebut terdiri atas 189 kader purwa, 181 kader madya, dan 33 kader utama, yang semuanya terus didorong untuk naik tingkat lewat pelatihan secara berkala.
Acara tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie, yang hadir langsung memberikan arahan strategis. Dalam arahannya, Benyamin menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan pelaksanaan transformasi pelayanan kesehatan primer yang kini berfokus pada pendekatan berbasis siklus hidup. Sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, fungsi posyandu telah diperluas untuk memenuhi standar pelayanan minimal. Untuk pelayanan bidang kesehatan saat ini tidak lagi hanya menangani bayi dan balita, melainkan juga mencakup ibu hamil, anak usia sekolah, remaja, usia dewasa, hingga lansia. Atas nama Pemerintah, Wali Kota turut menyampaikan terima kasih yang mendalam atas sumbangsih dan kerja keras tanpa pamrih para kader demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Lilis Suryani, SKM, M.Kes, memberikan penekanan teknis mengenai instrumen kerja baru yang digunakan oleh para kader di lapangan. "Dalam transformasi pelayanan kesehatan primer saat ini, pemanfaatan kartu bantu pemeriksaan posyandu menjadi instrumen yang sangat vital bagi kader untuk melakukan pencatatan dan pemantauan kondisi warga secara presisi sesuai dengan siklus hidupnya. Melalui penguatan 25 keterampilan dasar, kami ingin memastikan setiap kader tidak hanya mahir menggunakan kartu bantu tersebut, tetapi juga memiliki kompetensi yang utuh mulai dari kemampuan edukasi, teknik pengukuran, hingga penyuluhan kesehatan yang tepat guna," jelas Lilis Suryani di sela-sela kegiatan.
Memasuki sesi pembekalan materi untuk mewujudkan seluruh target Posyandu aktif pada tahun 2026, para peserta dipandu langsung oleh narasumber pertama Yepi Suherman selaku Ketua KLPI Kota Tangerang Selatan. Dalam paparannya, Yepi menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas kader sebagai motor penggerak, motivator, fasilitator, sekaligus komunikator ulung di masyarakat. Beliau juga memberikan pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan tubuh dengan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan aktifitas fisik, berbagai gerak dan oleh tubuh di ajarkan salah satunya adalah senam Alzheimer.
Materi kedua disampaikan oleh tim dinas kesehatan kota Tangerang Selatan yang menjabarkan implementasi dari 25 keterampilan dasar yang harus dikuasai kader, termasuk teknik komunikasi yang ramah agar warga merasa nyaman, serta metode kunjungan rumah (home visit) sebagai strategi efektif untuk mendatangi langsung keluarga binaan, memantau kondisi kesehatan, dan memotivasi mereka agar mampu menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan interaktif ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi demi pelayanan kesehatan Tangerang Selatan yang lebih baik di masa depan.