BEKASI, 4 September 2024 — Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM pada hari kedua Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Imunisasi Tetanus pada Wanita Usia Subur (WUS), memberikan paparan mengenai praktik baik dalam pelaksanaan imunisasi tetanus di wilayahnya.
Dalam acara yang berlangsung dari 3 hingga 6 September 2024 di Hotel Harris Summarecon, Kota Bekasi, Allin menyampaikan bahwa meskipun Indonesia telah mencapai status eliminasi tetanus maternal dan neonatal pada 2016, tantangan masih ada, terutama dalam menjaga cakupan imunisasi T2+ pada WUS.
"Di Tangerang Selatan, kami berkomitmen untuk meningkatkan cakupan imunisasi melalui program koordinasi yang lebih baik antara dinas kesehatan dan masyarakat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut dicapai melalui pelatihan petugas kesehatan dan kampanye kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.
Data terbaru menunjukkan bahwa cakupan imunisasi T2+ nasional masih di bawah 80%, dengan angka terkini dari ASIK mencatat hanya 16%. Hal ini mendorong kolaborasi antar daerah untuk berbagi pengalaman dan strategi efektif dalam meningkatkan cakupan imunisasi.
Allin juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan semua ibu hamil mendapatkan dua dosis imunisasi tetanus. "Kami berharap, melalui pertemuan ini, kita dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk mencapai target nasional 100% pada tahun 2024," tutupnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai narasumber dari Kementerian Kesehatan, WHO, dan berbagai daerah lain, yang saling berbagi pengalaman untuk mengatasi tantangan dalam program imunisasi.