Kamis 10 Oktober 2024, Aula Blandongan di Pemkot Tangsel menjadi lokasi penting bagi acara Pertemuan Peningkatan Upaya Promosi Kesehatan Keluarga Kelurahan Pondok Kacang Barat dan Pondok Kacang Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh kader posyandu, narasumber kesehatan, dan masyarakat setempat, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan anak dan peran kader dalam masyarakat.
Acara dibuka oleh Ibu Lilis Suryani, SKM, M.Kes, Kepala Bidang Kesmas, yang didampingi oleh Ibu Aenun Komariah, SST, MA, Ketua Tim Kerja Promkes. Dalam sambutannya, Ibu Lilis menekankan pentingnya kader posyandu untuk memahami dan mengatasi masalah kesehatan di wilayah mereka. Ia berharap para kader tidak hanya menguasai 25 kemampuan dasar, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan. Selain itu, Ibu Lilis mendorong keterlibatan karang taruna dalam kegiatan posyandu remaja dan mengajak kader untuk menjadi penggerak masyarakat dalam melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Selanjutnya, dr. Nunki Andria, SpA, dokter spesialis anak dari RS Sari Asih Cipondoh, memberikan pemaparan mengenai "Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Usia 0 s/d 5 Tahun.”Dalam presentasinya, dr. Nunki menjelaskan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, termasuk teknik pengukuran yang tepat serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan. Ia mengingatkan bahwa stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, dapat berawal dari masalah berat badan dan berpotensi memengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan.
Lebih lanjut, dr. Nunki menyoroti pentingnya deteksi dini gangguan perkembangan dan menyarankan penggunaan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai alat bantu bagi kader dalam melakukan pengawasan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya stimulasi perkembangan anak dan pengawasan yang konsisten untuk memastikan tumbuh kembang yang optimal.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang aktif, di mana peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait masalah kesehatan anak. Beberapa pertanyaan menyoroti isu penting seperti penyebab autisme dan strategi penanganan anak dengan gangguan tumbuh kembang. Narasumber memberikan jawaban yang jelas dan informatif, meningkatkan pemahaman peserta tentang isu-isu kesehatan yang kompleks.
Sebagai penutup, Ibu Lilis mengekspresikan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kader dan masyarakat tentang pentingnya kesehatan anak, serta memperkuat peran posyandu dalam masyarakat. Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan, menandakan komitmen bersama untuk memajukan kesehatan keluarga di wilayah tersebut.