Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Kecamatan Pondok Aren

  • Administrator
  • 15 Juli 2026
  • Berita & Kegiatan

Dinkes Tangsel Gelar Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Kecamatan Pondok Aren Guna Akselerasi Transformasi Layanan Kesehatan Primer

PONDOK AREN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan secara resmi menyelenggarakan kegiatan besar bertajuk "Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Tahun 2026" di wilayah Kecamatan Pondok Aren, Rabu (15/7/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian nyata dari akselerasi Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer yang saat ini memfokuskan layanan pada pendekatan berbasis siklus hidup guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, responsif, dan terjangkau. 

Acara yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie, Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan, Herna Dwi Kusumawati, SH, Kepala Dinas Kesehatan dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM, serta jajaran Camat Pondok Aren dan Kepala Puskesmas se-Kecamatan Pondok Aren. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa Kecamatan Pondok Aren yang membawahi 11 kelurahan memiliki total 207 Posyandu dengan tingkat keaktifan mencapai 201 Posyandu. Kekuatan kader di wilayah tersebut tercatat sebanyak 1.405 orang yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan langsung di tengah masyarakat. 

Berdasarkan hasil pemetaan mutu, kompetensi para kader di Pondok Aren saat ini terbagi menjadi tiga tingkatan. Sebanyak 1.107 kader berada pada tingkat Purwa, 236 kader tingkat Madya, dan 62 kader berhasil mencapai tingkat Utama. 

"Tujuan dilaksanakannya kegiatan peningkatan dan pengembangan ini adalah agar bertambahnya pengetahuan serta ilmu yang dimiliki oleh para kader, sehingga kader posyandu akan semakin terlatih dan terampil dalam melaksanakan pelayanan rutin maupun pelayanan terintegrasi di posyandu," ujar dr. Allin. 

Wali Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie dalam sambutannya menegaskan bahwa berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, tugas Posyandu kini semakin luas mencakup pemenuhan standar pelayanan minimal di berbagai bidang fundamental, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga urusan sosial. 

"Posyandu bukan sekadar tempat pelayanan masyarakat, tetapi juga merupakan wadah pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara Tim Pembina, kader, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan," terang Benyamin Davnie. 

Lebih lanjut, Wali Kota mengapresiasi tinggi dedikasi tanpa pamrih dari seluruh kader posyandu bidang kesehatan. Melalui program pembekalan ini, para kader diharapkan dapat menguasai 25 keterampilan dasar kader posyandu guna mewujudkan target besar seluruh Posyandu di Kota Tangerang Selatan menjadi posyandu aktif pada tahun 2026. 

Dukungan penuh dari pihak legislatif juga disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan, Herna Dwi Kusumawati, SH. Sebagai komisi yang membidangi urusan Kesejahteraan Masyarakat sekaligus mitra kerja Dinas Kesehatan, Komisi II secara berkelanjutan mendukung langkah-langkah strategis dalam upaya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan para kader posyandu di Kota Tangerang Selatan. 

Herna memaparkan bahwa peningkatan kapasitas ini mendesak dilakukan mengingat tantangan kesehatan masyarakat di Tangerang Selatan yang semakin kompleks. Para kader di lapangan dihadapkan langsung pada persoalan mitigasi Tuberkulosis (TBC), ancaman musiman Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit akibat gaya hidup tidak sehat (Hipertensi dan Diabetes), hingga urusan kesehatan ibu dan anak mencakup stunting, gizi buruk, serta cakupan imunisasi. 

Melalui kegiatan ini, selain diberikan materi pembekalan peran kader kesehatan dalam mengawal kehamilan sehat, para kader juga diajak berdiskusi mengenai solusi atas tantangan riil di lapangan. Tantangan tersebut meliputi manajemen waktu peran ganda kader, pemenuhan fasilitas alat ukur antropometri, adaptasi teknologi berupa digitalisasi aplikasi pencatatan posyandu, hingga pendekatan sosial budaya bagi masyarakat yang masih enggan berobat secara medis. 

Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Tangsel, jajaran Puskesmas, sokongan regulasi DPRD, dan ketangguhan 1.405 kader kesehatan di Pondok Aren, kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan masyarakat Tangerang Selatan yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

Menu Aksesibilitas

Aktifkan Mode Suara
Atur Ukuran Teks
100%
Atur Tinggi Baris
1x
Spasi Teks
Rata Tulisan
Pertebal Huruf
Sorot Tautan
Mode Monokrom
Mode Kontras Terang
Perbesar Kursor
Animasi Dijeda
Sembunyikan Gambar
Helita Helita
HELITA - Asisten Cerdas Kota TANGSEL