Penguatan Sistem Surveilans dan Respon KLB di Kota Tangerang Selatan
Depok, 9 Januari 2025 – Dalam upaya menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Penguatan Sistem Surveilans dan Respon KLB Dengan End To End Approach Dalam Pengendalian MR Melalui Peningkatan Kapasitas SDM". Acara ini berlangsung di The Margo Hotel Depok, dihadiri oleh berbagai narasumber yang salah satunya Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel)
Kegiatan ini diadakan sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi dalam penyelidikan dan penanggulangan KLB, yang sangat bergantung pada kemampuan dan kemauan petugas pelaksana, seperti Tim Gerak Cepat dan petugas surveilans. Dalam paparannya,, Kepala Dinas Kesehatan dr. Allin Hendallin Mahdaniar, MKM menggarisbawahi pentingnya peran ahli epidemiologi dalam situasi darurat kesehatan masyarakat. "Ahli epidemiologi dituntut untuk bertindak tenang, profesional, dan berpegang pada dasar-dasar ilmiah dalam menangani KLB. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan penyelidikan yang sistematis dan berorientasi pada penyelamatan populasi," ujarnya.
KLB sering kali muncul dengan cepat, melibatkan banyak orang dan wilayah yang luas, serta menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penyelamatan sangat diutamakan. Dalam konteks ini, penyusunan draft, pencatatan, pelaporan, serta advokasi eksternal dengan stakeholder menjadi kunci dalam menurunkan dan mengeliminasi kasus campak di Tangerang Selatan pada 2026.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengendalian penyakit, khususnya campak dan rubella (MR), melalui pendekatan terpadu yang menyeluruh. Narasumber dari Kemenkes dan Dinkes diharapkan dapat memberikan wawasan dan strategi yang efektif dalam menangani situasi KLB di masa mendatang.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan petugas kesehatan, tetapi juga memperkuat sistem surveilans yang ada, demi terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan siap menghadapi potensi KLB di masa depan.