.
SERPONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan kembali melaksanakan apel pagi sebagai momentum krusial untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, Senin (08/06/2026).
Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM., menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pegawai atas kedisiplinan, kekompakan, dan dedikasi yang terus terjaga dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinkes Tangsel terus meningkatkan kapasitas diri dan menanamkan nilai-nilai dasar ASN, khususnya sikap adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang dinamis.
Ketegasan dalam apel pagi ini sejalan dengan berbagai capaian membanggakan yang baru saja diraih. Pemerintah Kota Tangerang Selatan berhasil menyabet penghargaan sebagai Terbaik III Regional Jawa-Bali dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Prestasi prestisius ini menjadi suntikan motivasi bagi Dinkes Tangsel untuk terus menggenjot upaya penurunan angka stunting, yang ditargetkan mampu merosot dari angka 10,5% menjadi 7,5% pada tahun ini.
Selain keberhasilan di dalam kota, komitmen pelayanan Dinkes Tangsel juga terbukti pada pemantauan eksternal, seperti kondisi jamaah haji. Dari total empat kloter jamaah haji asal Kota Tangerang Selatan, dua kloter di antaranya telah dipastikan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari efektivitas pelaksanaan skrining kesehatan haji yang dilakukan secara optimal sejak sebelum keberangkatan.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan kini tengah bergerak cepat dalam mengakselerasi pencapaian sejumlah program prioritas nasional. Fokus utama diarahkan pada penanggulangan Tuberkulosis (TBC) serta perluasan jangkauan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Saat ini, capaian program CKG baru menyentuh angka 23%, dan ditargetkan akan melonjak signifikan hingga mencapai 46% pada Oktober 2026 mendatang.
Terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), sejumlah penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) justru menunjukkan tren penurunan yang positif pada minggu ke-21. Beberapa capaian yang berhasil dicatat antara lain adalah penurunan kasus campak pasca-pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) yang sukses mencapai target imunisasi hingga 96%. Selain itu, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga dilaporkan mengalami penurunan dibanding minggu sebelumnya. Kendati demikian, dr. Allin mengingatkan agar jajarannya tidak lengah dan tetap memperkuat upaya promotif serta preventif di tengah masyarakat.
Menatap agenda ke depan, kesibukan Dinkes Tangsel dipastikan akan semakin padat. Di samping mempersiapkan langkah taktis untuk menghadapi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), mereka juga tengah mematangkan persiapan Verifikasi Kota Sehat Tingkat Provinsi. Agenda ini menjadi batu pijakan penting untuk melangkah menuju penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional pada tahun mendatang.
Tidak hanya fokus pada balita dan masyarakat usia produktif, perhatian besar juga dicurahkan untuk kesejahteraan kelompok lanjut usia. Tahun ini, Dinkes Tangsel menargetkan pembentukan 35 Pos Lansia baru. Pos Lansia ini didesain tidak hanya sekadar untuk pemeriksaan kesehatan fisik konvensional, melainkan juga menyediakan pelayanan kesehatan tradisional, dukungan psikologis, serta program pemberdayaan guna memastikan kesehatan mental dan fisik lansia terjaga secara seimbang.
Menutup arahannya pada apel pagi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan kembali mengajak seluruh pegawai untuk menjaga api semangat, soliditas internal, serta kesehatan fisik dan mental masing-masing. Ia berpesan agar seluruh jajaran dapat bekerja dengan penuh keikhlasan demi mewujudkan target besar pembangunan kesehatan di Kota Tangerang Selatan.