CIPUTAT – Dalam upaya nyata mendukung Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Serviks tahun 2030, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan edukasi berskala besar bertajuk "Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Penyakit Kanker dan Kelainan Darah pada Masyarakat". Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 10 Juni 2026 ini berpusat di Aula Ruang Rapat Lantai 3a Gedung 3, Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Agenda ini dihadiri oleh total 62 peserta yang merepresentasikan berbagai unsur penting di Tangerang Selatan. Di antaranya adalah jajaran Kepala Dinas, perwakilan organisasi wanita seperti Dharma Wanita dan PKK, organisasi profesi medis seperti IDI, IBI, dan PPNI, serta para kader kesehatan dari berbagai kecamatan di wilayah Tangerang Selatan.
Langkah sinergis ini sengaja melibatkan lintas sektor karena penanganan kanker memerlukan kerja sama yang solid dari tingkat birokrasi hingga kader penggerak di mayarakat. Rangkaian acara dibuka secara resmi melalui sambutan dan arahan dari Ketua Tim Kerja P2PTM, Keswa, dan Kesjaor Dinas Kesehatan. Fitria Yulyati, S.Kep. Ns, M.K.M.
Memasuki sesi utama, kegiatan ini menghadirkan pakar dari Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Dr. dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG, Subsp. Onk, yang mengupas tuntas materi mengenai "Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode HPV DNA". Fokus edukasi ini dinilai sangat krusial mengingat metode HPV DNA sebagai test perfoma tinggi menjadi salah satu strategi mutakhir yang efektif dalam mendeteksi potensi kanker sejak dini. Sebagai langkah lanjut pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan kanker leher rahim melakukan preventif dengan perluasan sasaran vaksinasi HPV pada anak lelaki usia 15 th selain program vaksinasi HPV pada anak perempuan dibawah 15 tahun yang telah berjalan Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Melalui edukasi dan penguatan program ini, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan berharap seluruh perwakilan yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan pengetahuan preventif ini ke seluruh lapisan masyarakat.