SERPONG – Dinas Kesehatan menggelar apel pagi rutin pada Senin (11/05) yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas, Indra Gunawan, SKM, M.Si dan dihadiri langsung oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran pejabat struktural. Apel kali ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi menjadi momentum penting bagi transformasi budaya kerja dan penguatan etika berkantor bagi seluruh pegawai.
Dalam amanatnya, Pak Indra mengawali dengan memberikan apresiasi tinggi dan tepuk tangan (applause) atas performa rekan-rekan yang dinilai telah menunjukkan kinerja luar biasa. Namun, ia memberikan catatan tegas mengenai konsistensi. Pimpinan berharap ritme kerja yang sudah baik ini tidak lagi mengalami ketidakteraturan atau istilahnya "belentang-belentong", melainkan tetap stabil dan profesional dari awal hingga akhir.
Sorotan utama dalam apel ini tertuju pada kebijakan baru yang instruksikan langsung oleh Ibu Kadis, yakni larangan sementara penggunaan lift bagi seluruh pegawai. Kebijakan ini diambil dengan tujuan ganda: sebagai upaya penghematan energi kantor dan untuk mendorong gaya hidup sehat bagi pegawai agar lebih aktif berolahraga dengan menggunakan tangga.
Selain fasilitas, etika berpakaian dan perilaku di kantor juga diperketat. Pimpinan mengingatkan bahwa kantor bukanlah pasar, sehingga penggunaan alas kaki harus diperhatikan. Pegawai dilarang menggunakan sepatu yang hanya "teplak-teplek" atau diseret saat berjalan. "Kantor adalah rumah kedua kita. Kebersihan dan kerapihan dari garda depan hingga belakang adalah tanggung jawab bersama agar ide kreatif terus muncul dan kita tetap menjadi yang terbaik di wilayah Banten," tegas Pak Indra.
Aspek kesehatan juga menjadi perhatian serius dengan penegasan kembali larangan merokok di lingkungan kantor. Pimpinan menghimbau para perokok untuk berhenti demi masa depan keluarga, dengan menekankan bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika dimulai dari niat yang kuat.
Menutup arahannya, Pak Indra memberikan evaluasi terkait kedisiplinan waktu. Ia menyayangkan masih adanya pegawai yang terlambat atau absen apel, terutama mereka yang berdomisili dekat namun kurang mengantisipasi kemacetan. Ia meminta kedewasaan seluruh pegawai untuk berubah ke arah positif tanpa harus selalu dipacu dengan sanksi. Apel pagi tersebut diakhiri dengan pernyataan kesanggupan seluruh peserta untuk menjadi lebih baik dan ditutup dengan doa bersama.