Atasi Angka Kematian Tinggi akibat kanker serviks, Dinkes Tangsel Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Tes HPV DNA Gratis
PAMULANG – Prihatin dengan tingginya angka kematian perempuan akibat kanker leher rahim (serviks), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan secara masif menggelar program sosialisasi dan deteksi dini menggunakan metode canggih, tes PCR HPV DNA. Program yang menyasar seluruh wilayah Tangerang Selatan ini disediakan secara gratis untuk masyarakat. (22/10)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, MKM, memaparkan data yang mengkhawatirkan. Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada wanita di Indonesia setelah kanker payudara.
"Di Indonesia, dari 36.964 kasus baru, 20.708 di antaranya berakhir dengan kematian. Ini menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini untuk mencegah fatalitas," ujar dr. Allin dalam acara sosialisasi tersebut.
Program ini memperkenalkan metode PCR HPV DNA yang diklaim jauh lebih sensitif dibandingkan metode lainnya seperti Pap Smear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
"Tujuannya untuk deteksi dini yang jauh lebih awal, sebelum ada gejala dan pertumbuhan sel. Dengan pemeriksaan ini, kita bisa sekaligus melaksanakannya bersamaan dengan tes IVA," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Tangsel, dr. Eliwedi Erni, menjelaskan bahwa program ini melibatkan seluruh elemen kesehatan di wilayahnya.
"Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan dan akan kami laksanakan di semua kelurahan melibatkan 35 UPTD Puskesmas untuk melakukan sosialisasi dan pemeriksaan HPV DNA ini," jelas dr. Eliwedi.
Tahap sosialisasi akan berakhir pada tanggal 30 Oktober, sementara pelaksanaan pemeriksaan akan dimulai serentak pada bulan November. Pihak Puskesmas akan menjadwalkan pemeriksaan dalam beberapa sesi untuk mengakomodasi jumlah peserta yang ditargetkan mencapai lebih dari 200 orang di setiap lokasi, dengan total seluruhnya sekitar 11.616 orang se Kota Tangerang Selatan.
Program ini mendapat sambutan antusias dari para kader kesehatan yang hadir. Mereka nantinya akan bertugas mengajak dan membawa para sasaran ke Puskesmas yang telah dijadwalkan. Dengan adanya program deteksi dini yang canggih dan gratis ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap dapat menekan angka kasus dan kematian akibat kanker serviks, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi.