21 ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA BERAT KEMBALI KE KOTA TANGERANG SELATAN
SETELAH DIRAWAT DI RSJ H. MARZOEKI MAHDI BOGOR
CIPTIM - Sebanyak 21 Orang dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) hari ini kembali
ke Kota Tangerang Selatan setelah menjalani perawatan di RSJ H. Marzoeki Mahdi
Bogor. Pemulangan ini merupakan bagian dari program rujuk balik ODGJ yang
bertujuan untuk membantu mereka kembali hidup mandiri, pulih, dan produktif
dalam masyarakat.
Acara serah terima pasien ODGJ ini dilakukan di aula Kecamatan Ciputat Timur,
Kota Tangerang Selatan. Hadir dalam acara ini Sekretaris Dinas Kesehatan Kota
Tangerang Selatan, tim Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, tim RSJ H. Marzoeki
Mahdi Bogor, serta keluarga pasien ODGJ.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Indra
Gunawan, SKM, M.Si menyampaikan apresiasi kepada RSJ H. Marzoeki Mahdi Bogor
atas dedikasinya dalam merawat dan memulihkan kondisi ODGJ asal Kota Tangerang
Selatan. Ia juga berharap para ODGJ yang telah kembali ini dapat diterima
dengan baik oleh keluarga dan masyarakat.
"Kepada keluarga pasien, saya harap dapat menerima kembali anggota
keluarganya dengan penuh kasih sayang dan membantu mereka dalam proses
pemulihan," ujar Indra.
Sementara itu, tim RSJ H. Marzoeki Mahdi Bogor mengatakan bahwa pihaknya
berkomitmen untuk terus membantu pemulihan ODGJ, tidak hanya saat mereka
dirawat di rumah sakit, tetapi juga setelah mereka kembali ke masyarakat.
"Kami akan terus melakukan pendampingan kepada ODGJ yang telah kembali ke
rumah, termasuk dengan memberikan pelatihan kepada keluarga mereka tentang cara
merawat ODGJ dengan baik," ujarnya.
Salah satu keluarga pasien ODGJ, Ibu Ani, mengungkapkan rasa haru dan bahagia
atas kembalinya sang anak. Ia berharap anaknya dapat kembali hidup normal dan
produktif seperti sedia kala.
"Saya sangat bersyukur anak saya bisa kembali ke rumah. Saya harap dia
bisa sembuh total dan bisa bekerja kembali," ujar Ibu Ani.
Pemulangan ODGJ ini merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup ODGJ di Indonesia. Dengan dukungan dari keluarga dan masyarakat, diharapkan para ODGJ dapat kembali hidup mandiri dan berkontribusi positif bagi lingkungannya.