Hot News

Bebas FILARIASIS Tahun 2020

(Gb.1). Salah satu Vektor atau Penular Utama penyakit Filariasis.

 

Filariasis (Penyakit Kaki Gajah)

    Adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Filaria (Microfilaria) yang dapat menular lewat perantaraan Nyamuk sebagai Vektor (Penular Utama). Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapat pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap seumur hidup berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki yang dapat menimbulkan dampak psikologis buruk bagi penderitanya. 

     

(Gb.2).  Illustrasi Gambar Penyakit Kaki Gajah

    TAS (Transmission Assestment Survey) adalah Upaya pemerintah Melakukan Evaluasi untuk menilai berhentinya penularan suatu penyakit dengan melakukan Survey pengukuran penularan yang lebih dikenal dengan istilah Transmission Assestment Survey (TAS) pada anak usia sekolah dengan menggunakan pemeriksaan Antigen/ Antibody.

Apa Tujuan TAS ?

    TAS (Transmission Assestment Survey) bertujuan untuk mengukur apakah unit evaluasi dapat mempertahankan Prevalensi (Angka kejadian pada suatu populasi dalam jangka waktu tertentu) Infeksi pada batas aman dimana penularan baru tidak mungkin terjadi lagi. Kota Tangerang Selatan yang merupakan daerah Endemis (Wabah penyakit yang sudah lama muncul pada suatu wilayah), Untuk mencegah meluasnya Penyakit Kaki Gajah pemerintah Kota Tangsel telah melakukan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POPM) Filariasis pada tahun 2009-2014.

    Tahun 2015 Kota Tangerang Selatan telah melaksanakan TAS tahap pertama, tahun 2017 TAS tahap kedua dan Dilanjutkan dengan TAS tahap ketiga tahun 2019, Dengan mengambil sampel darah pada siswa/i SD/MI yang diambil secara random. Pelaksanaan TAS bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI.

  • Untuk mempercepat terwujudnya Indonesia bebas Penyakit Kaki Gajah, pemerintah juga mengadakan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) selama 5 tahun (2015-2020), yaitu  :
  1. Bulan dimana setiap penduduk kabupaten/kota Endemis penyakit Kaki Gajah serentak minum obat pencegahan
  2. Dilaksanakan setiap bulan Oktober selama 5 tahun berturut-turut (2015-2020)
  3. Dicanangkan tanggal 1 Oktober 2015 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada saat bersamaan di provinsi Endemik lainnya dilakukan pencanangan oleh Gubernur maupun Bupati/ Walikota.
  4. Program BELKAGA menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pelaksanaannya memerlukan dukungan kementerian dan lembaga terkait.

 

  • Program BELKAGA ini juga dapat terwujud, dimana program ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak yang berkompeten dibidangnya, yaitu  :
  1. Koordinasi dalam Perencanaan, Pelaksanaan dan Monitoring BELKAGA sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
  2. Pemberian dukungan kebijakan dari Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan BELKAGA.
  3. Sosialisasi dan Advokasi BELKAGA.
  4. Mobilisasi Sumber Daya, Anggaran dan Logistik pelaksanaan BELKAGA.
  5. Penggerakan masyarakat untuk minum obat di kabupaten/ kota Endemis
  6. Kegiatan lain yang mendukung suksesnya pelaksanaan BELKAGA dalam koridor peraturan perundangan yang berlaku.

    Upaya Berikutnya adalah Gerakan Tepat Pencegahan Dini, dimana gerakan ini yang dikenal dengan Gerakan 3M ( Menguras-Menutup-Mengubur) selalu pemerintah informasikan kemasyarakat karena selain bisa mencegah Penyakit Kaki Gajah juga sekaligus untuk mencegah dan mengurangi meluasnya penyakit DBD di masyarakat.    

Uraian Gerakan 3M, Yaitu  : 

  1. Menguras dan Menyikat tempat-tempat penampungan air 1 minggu sekali
  2. Mendaur ulang barang-barang bekas atau barang tidak terpakai
  3. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air

SASARAN PROGRAM

    Pengambilan spesimen darah pada jari tangan Siswa/i kelas 1(satu) dan 2(dua) SD/ Madrasah Ibtidaiyah yang terpilih secara Acak di wilayah Kota Tangerang Selatan, sebagai Antisipasi awal untuk pendeteksian dini Penyakit Kaki Gajah.