Hot News

Informasi Perencana'an Kehamilan...

 

(Gb.1). Illustrasi Gambar, Pasangan Suami Istri yang akan memiliki anak.

Perencanaan kehamilan adalah pengaturan kapan usia ideal dan saat yang tepat untuk hamil serta mengatur jarak kehamilan dan jumlah anak.

- Perencanaan kehamilan bertujuan untuk Resiko kehamilan apa yang disebut dengan 4 (empat) Terlalu, Yaitu :

  1. Terlalu Muda (< 20 Tahun)
  2. Terlalu Tua (>35 Tahun)
  3. Terlalu Dekat Jarak Kehamilannya (
  4. Terlalu Sering Hamil (>3 Anak)

Bila terjadi kehamilan dengan salah satu dari 4 (empat) Terlalu, akan berdampak tidak baik untuk kesehatan Ibu dan Anak.  Kehamilan perlu direncanakan karena tiap pasangan yang baru menikah maupun Calon Pengantin diharapkan memiliki status kesehatan yang baik dan terhindar dari penyakit. Saat hamil, seorang ibu harus dalam keadaan sehat sehingga bayi yang dilahirkanpun juga sehat.

- Yang Perlu diperhatikan adalah.. 

  • Usia bagi Calon Pengantin Perempuan yang kurang dari 20 (Dua puluh) Tahun mestinya dilakukan Penundaan Kehamilan.
  • Calon Pengantin Perempuan yang mempunyai masalah kesehatan perlu memperbaiki status kesehatannya sebelum Hamil.

- Resiko Kehamilan dilihat dari Usia Pasangan, Yaitu  :  

  1. Resiko Kehamilan pada usia muda (< 20 Tahun) dapat mengakibatkan kesulitan dalam persalinan karena Organ Reproduksi belum berkembang sempurna, Keracunan kehamilan ( Preeklamsia ), Keguguran, Perdarahan, Risiko panggul sempit sehingga menyulitkan saat bersalin Bayi  Lahir sebelum waktunya, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), Cacat Bawaan pada Bayi, Masalah Mental Sosial (Ibu belum siap menerima kehamilan).
  2. Resiko Kehamilan pada usia Tua (> 35 Tahun) dapat meningkatkan Hipertensi dalam kehamilan, Diabetes, Preeklamsia ( Munculnya Komplikasi Kondisi tak sehat), Bayi Lahir Cacat, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), Prematur dan Keguguran.

(Gb.2). Illustrasi Gambar, Wanita Hamil dengan Resiko Kehamilan.

Untuk mengurangi Resiko tersebut, segera berkonsultasi kepada Tenaga Kesehatan.

 

- Cara mencegah kehamilan di usia muda, Yaitu  :

  1. Mengupayakan pernikahan pada perempuan usia diatas 20 (dua puluh) tahun.
  2. Tunda kehamilan pertama sampai usia perempuan di atas 20 (dua puluh) tahun.
  3. Konsultasikan dengan petugas kesehatan mengenai metode Kontrasepsi yang dapat digunakan untuk menunda kehamilan sesuai dengan kondisi pasangan suami istri.

Jarak kehamilan perlu diatur karena kondisi fisik dan mental ibu perlu dipersiapkan, serta memberikan kesempatan pada bayi mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) dan pola asuh yang baik. Jarak kehamilan satu dengan berikutnya tidak boleh terlalu dekat ( Kurang dari 2 tahun ), sebab kondisi rahim ibu belum pulih dan perlu waktu bagi ibu untuk menyusui dan merawat bayi.

- Resiko yang dapat terjadi jika jarak kehamilan terlalu Dekat, Yaitu  :

  1. Perdarahan pada saat Melahirkan
  2. Anemia
  3. Keguguran
  4. Bayi Lahir sebelum Waktunya
  5. BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah)
  6. Cacat Bawaan pada Bayi

 

Cara merencanakan kehamilan adalah dengan mengatur kapan waktu yang tepat untuk Hamil, Mengatur Jarak dan Jumlah anak, yang dapat dilakukan dengan menggunakan Kontrasepsi sesuai dengan kondisi dan pilihan pasangan suami istri. Oleh karena itu, diperlukan konseling ( Konsultasi ), bagi Pasangan Usia Subur (PUS) oleh petugas kesehatan agar dapat mengenali kebutuhan Kontrasepsi dan membuat keputusan yang paling Tepat.