Hot News

Mari Kita Sukseskan Jaminan Kesehatan Semesta Tahun 2019

(sumber : http://mediakom.sehatnegeriku.com)

 

GOTONG ROYONG MENUJU UNIVERSAL HEALTH COVERAGE (UHC)/ CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN SEMESTA TAHUN 2019

 

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan & perlindungan dlm memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yg diberikan kepada setiap orang yg telah membayar iuran/ iurannya dibayar oleh Pemerintah.

 

Pada 1 Januari 2014 PT ASKES (PERSERO) bertranformasi menjadi BPJS Kesehatan yang merupakan cerminan transformasi tuntas wujud dari JKN semenjak Tahun 2013. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupaya mewujudkan gotong royong guna menjamin kesehatan rakyat Indonesia.

 

BPJS berperan sebagai lembaga administrasi tunggal yang bertugas mengelola gabungan seluruh skema kontribusi dan non kontribusi. BPJS bertugas memberi insentif dalam perhitungan kapitasi sehingga dapat mempromosikan gaya hidup serta memastikan agar dana kapitasi dapat secara efektif menjalankan program kesehatan masyarakat oleh masing-masing individu.

 

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, sampai dengan 1 Februari 2018 tercatat sebanyak 192.029.645 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS. Melihat peta jalan yang telah disusun, diharapkan seluruh penduduk Indonesia telah tercakup dalam program JKN-KIS pada 1 Januari 2019. Tantangannya adalah mencapai target Universal Health Coverage (UHC)/Cakupan Kesehatan Semesta TAHUN 2019 dengan semua potensi dan permasalahan yang ada terkait desentralisasi wewenang ke pemerintah daerah.

 

Reformasi pembangunan kesehatan dalam RKP 2015 berfokus pada pengembangan JKN melalui perluasan cakupan kepesertaan dan peningkatan kesiapan pelayanan kesehatan. Dalam mendukung pelaksanaan JKN, Pemerintah dituntut untuk melakukan penguatan pelayanan kesehatan.

 

Sejumlah tantangan yang dihadapi JKN harus diatasi untuk mencapai target UHC pada tahun 2019, di mana JKN akan menjadi program asuransi kesehatan dan sosial yang terbesar di dunia yang mengadopsi sistem pembayar tunggal.

 

Lebih lanjut, mengenai sistem JKN, BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah mendorong kelompok masyarakat yang sehat dan sektor informal untuk menjadi peserta BPJS. Sebagian dari mereka bahkan belum menyadari perlunya iuran untuk keberlangsungan jaminan kesehatan dan belum mengerti apa dan manfaat dari jaminan kesehatan.

 

Padahal, kepesertaan mereka sangat dibutuhkan untuk membantu peserta dari segmen lain dengan prinsip gotong-royong. Saat ini sebagian peserta adalah kelompok masyarakat yang sedang menderita penyakit, dan tidak jarang saat mereka selesai menerima perawatan, tidak melanjutkan pembayaran iuran.

 

Terkait pelaksanaan JKN, perbaikan terus dilakukan dalam penyediaan layanan kesehatan. Kesenjangan antar regional masih terjadi dalam ketersediaan dan kualitas layanan kesehatan serta perbedaan perlakuan antara peserta JKN dan bukan JKN.

 

Pelaksanaan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) telah memasuki tahun kelima. Jika mengacu pada target awal pemerintah, maka tersisa waktu sekitar 1 tahun untuk menerapkan cakupan jaminan kesehatan secara menyeluruh (universal health coverage). Melirik lagi perjalanan BPJS Kesehatan 4 tahun terakhir dengan segala permasalahannya tentu timbul pertanyaan di benak kita semua, mampukah target tersebut tercapai?

 

Universal Health Coverage (UHC) menurut WHO terdiri dari 3 dimensi yakni, cakupan peserta yang dijamin, cakupan pelayanan yang dijamin, dan proporsi biaya yang dijamin.

 

Berdasarkan penjelasan tersebut maka tetap menjadi tantangan yang berat untuk pemerintah menerapkan UHC secara Nasional di 2019. Untuk itu perlu upaya yang kuat dari pemerintah apabila ingin mencapai target yang telah ditetapkan dalam kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019 yaitu kepesertaan JKN-KIS mencapai 95% penduduk Indonesia.

 

Untuk mencapai angka 95% kepesertaan JKN-KIS berbagai upaya dan strategi dilakukan, salah satunya adalah dengan mengajak pemerintah daerah untuk memperluas cakupan kepesertaan JKN-KIS di wilayah daerah tersebut, dengan program Universal Health Coverage (UHC)/ Cakupan Jaminan Kesehatan Semesta. 

 

Penyelesaian permasalahan dimensi kepesertaan menjadi penting karena konsep “gotong royong”  sebagaimana yang dipahami selama ini dalam sistem asuransi kesehatan baru benar-benar tercapai apabila seluruh penduduk bergabung dengan BPJS.

 

Semoga prinsip kegotong royongan dapat membuat pengelolaan dana digunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta guna tercapai azas kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial. Aamiin.

 

MARI KITA SUKSESKAN PENCAPAIAN (UNIVERSAL HEALTH COVERAGE) (UHC)/ CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN SEMESTA  TAHUN 2019 DI KOTA TANGERANG SELATAN..!!

 

 

 

Referensi :

  • https://www.kompasiana.com/yesisupartoyo/gotong-royong-menuju-universal-health-coverage-2019-ambisi-tanpa-obsesi
  • http://nasional.kompas.com/read/2017/05/23/19191781/mengapa.harus.ada.jaminan.kesehatan.semesta.pada.2019.
  • https://www.kompasiana.com/ucijunaedi/5a4c5620caf7db1de3475e32/peran-pemerintah-daerah-dalam-mewujudkan-jaminan-kesehatan-cakupan-semesta-universal-helath-coverage
  • http://dental.id/mungkinkah-tercapai-bpjs-kesehatan-universal-coverage-tahun-2019/
  • http://www.tnp2k.go.id/images/uploads/downloads/Final_JKN_Perjalanan Menuju Jaminan Kesehatan Nasional - Copy.pdf
  • https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/
  • http://www.jkn.kemkes.go.id/attachment/unduhan/BAHAN PAPARAN JKN.pdf