Hot News

Puskesmas Ciputat

 

    Sebagai penyelenggara pelayanan dasar di garis depan, UPT Puskesmas bertanggung jawab terhadap pelayanan Promotif ( suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan )  , Preventif ( suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan/penyakit ), Kuratif ( suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin ) dan Rehabilitatif ( kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya ). Untuk itu Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat perlu meningkatkan kinerja baik di bidang SDM maupun sumber daya lainnya sehingga dapat membawa Puskesmas ke arah yang lebih baik sesuai dengan visi yang diembannya.

    

  • Gambaran Umum

Puskesmas Ciputat terletak  ± 6 km sebelah Utara Kota Tangerang Selatan. Luas wilayah Kecamatan Ciputat kira – kira 13.311 Ha dengan sebagian besar berupa tanah darat / kering ( 93,64% ) sisanya adalah tanah rawa / danau. Puskesmas Ciputat merupakan salah satu dari 3 Puskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Ciputat. Letaknya berbatasan dengan :

  • Sebelah Utara       :  Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Sawah
  • Sebelah Selatan   :  Wilayah Kerja Puskesmas Pamulang
  • Sebelah Barat       :  Wilayah Kerja Puskesmas Benda Baru
  • Sebelah Timur      :  Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur

     Puskesmas Ciputat terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara No.7 Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan Propinsi Banten. Dibangun  di atas tanah seluas 693 M2 dengan luas bangunan lebih kurang 1200 m2 terdiri dari 2 lantai. Kegiatan pelayanan di pusatkan di lantai 1 sedangkan lantai 2 difungsikan sebagai ruang pimpinan, staff, data dan ruang rapat. Di lantai 2 juga terdapat ruang pelayanan pengobatan TB paru, klinik Sanitasi, klinik PTRM dan laboratorium.

Wilayah kerja Puskesmas Ciputat terdiri dari 2 kelurahan yaitu Kelurahan Ciputat dan Kelurahan Cipayung.

  • Pencapaian Program Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa laporan tentang Pencapaian Program Kesehatan : 

  • Program Kegiatan Pokok :

     - Perbaikan Gizi

    Pada tahun 2016, pemantauan status gizi di Puskesmas Ciputat dilaksanakan setiap bulannya di Posyandu melalui penimbangan bayi dan balita, yang dilaporkan pada setiap akhir bulan setelah semua kegiatan Posyandu selesai dilaksanakan dalam bulan berjalan. Perbaikan gizi dilakukan dengan cara meningkatkan pemantauan pertumbuhan balita dengan pelayanan gizi. Indikator keberhasilan pencapaian program perbaikan gizi dapat dilihat dari pelayanan penimbangan status gizi bayi dan balita, penanggulangan KEP, anemia gizi, GAKY, dan kurang vitamin A serta adanya data status gizi balita.

     Masih terdapatnya balita BGM ( Bayi Garis Merah ) di Kecamatan Ciputat yaitu  56 balita ( 1,5 %) sedangkan gizi buruk sebanyak 4 balita hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sosial budaya dan ekonomi keluarga, tingkat pengetahuan dan kekurang pedulian keluarga. Balita gizi buruk dan BGM ini semuanya telah mendapat makanan pendamping ASI. Sepanjang 2016 balita gizi  yang mengalami penyakit yang memerlukan perawatan sudah ditangani oleh dokter spesialis anak.

(Gb.1). Kegiatan Pos Yandu bersama kader-kader di wilayah Ciputat.

      - Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

     Penyakit yang mendominasi di Puskesmas Ciputat adalah penyakit menular dan penyakit tidak menular.  Dalam rangka penanggulangan penyakit menular dilakukan berbagai kegiatan antara lain: pemberantasan penyakit menular bersumber binatang seperti pemberantasan Demam Berdarah Dengue melalui pemberantasan sarang nyamuk; Filariasis dan penyakit lainnya; penyakit menular langsung seperti TB, yaitu gerakan penanggulangan tuberkulosis melalui penggalangan kemitraan dengan sektor terkait dan masyarakat dan penerapan strategi pengobatan jangka pendek diawasi secara langsung; pemberantasan kusta dengan mencari penderita sampai pelosok dapat dicegah dengan imunisasi. Data-data yang dapat disajikan sebagai berikut  :  

a). Penyakit menular bersumber binatang

1).      Demam Berdarah Dengue (DBD)

    Upaya pemberantasan penyakit DBD dititik beratkan pada kegiatan pergerakan potensi masyarakat dan pemantauan jentik untuk memantau angka bebas jentik, upaya yang dilakukan selama 2016 antara lain adalah penemuan penderita secara dini dengan sistem surveilans, penegakan diagnosa secara cepat dan penanganan korban secara tepat, serta pemantauan dan pengendalian vektor. Jumlah kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Ciputat adalah yaitu sebanyak 57 kasus dengan rincian 23 kasus dari Kelurahan Ciputat dan 34 kasus dari Kelurahan Cipayung sedangkan kasus DBD yang ditangani sebanyak 100%. 

2).      Filariasis

      Upaya kesehatan dalam rangka pemberantasan penyakit Filariasis difokuskan pada kegiatan penemuan penderita, pengobatan dan pengendalian vektor yang berpotensi di wilayah endemis. Di Kelurahan Ciputat pada tahun 2016 tidak ditemukan penderita filariasis. 

b). Penyakit Menular Langsung

1)      Penyakit Tuberkulosa

Jumlah penderita TBC klinis yang diperiksa pada tahun 2016 sebanyak 42  pasien, dan ditemukan kasus TBC Paru BTA Positif sebanyak 18  pasien dan diobati 18 pasien. Dari pasien TBC BTA (+) tercatat angka kesembuhan sebanyak 15 orang atau 89,8 %. 

2)      Penyakit Diare

Penyakit diare adalah penyakit yang banyak menyerang golongan umur anak-anak terutama balita. Dimana hal ini dapat mempengaruhi perkembangan pertumbuhan dan kualitas hidup anak. Upaya program pemberantasan melalui edukasi dan peningkatan kemampuan penanggulangan kasus oleh petugas lapangan terus dilakukan. Pada tahun 2016 jumlah kasus diare untuk semua umur ditemukan dan ditangani 2.020 kasus 

3)      Penyakit Kusta

Di wilayah kerja Puskesmas Ciputat tahun 2016 ditemukan 2 kasus penyakit kusta baik tipe MB.

4)      Penyakit Pneumonia

Pada tahun 2016 kasus penyakit pneumonia pada balita yang ditemukan di Puskesmas Ciputat sebanyak 41 balita. Penderita balita yang ditangani sebanyak 100%. 

 5)      Penyakit HIV/AIDS

Kasus penyakit HIV/AIDS yang ditemukan di Puskesmas Ciputat sebanyak 4 kasus. Tetapi tidak ada satupun kasus yang ditangani. Namun pencegahan penularan HIV AIDS dilakukan dengan dibukanya klinik metadon/PTRM dalam mengurangi dampak buruk (Harm Reduction) resiko penggunaan jarum suntik tidak steril.

(Gb.2). Skrining HIV & Hepatitis pd ibu hamil RT.001/ 05 Cipayung.

 

c). Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I)

    Keberhasilan pemberian imunisasi diukur dengan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) yang pada dasarnya merupakan proyeksi terhadap cakupan atas imunisasi secara lengkap pada kelompok bayi. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah, berarti dalam wilayah tersebut tergambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat atau bayi (herd immunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Dalam indikator MDG’s 2015 ditargetkan pencapaian UCI 100%  maksudnya adalah 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

    PD3I adalah macam-macam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Upaya pencegahan dilakukan dengan pemberian imunisasi, dan vaksin yang dipakai adalah: DPT-HB untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, Tetanus, dan hepatitis B, sedangkan vaksin polio untuk mencegah penyakit Polio (lumpuh layuh); vaksin campak untuk mencegah penyakit campak (measles) dan BCG untuk mencegah penyakit TBC. Pada tahun 2016 kejadian kasus PD3I di Puskesmas Ciputat yang terjadi adalah penyakit campak.

 - Pelayanan Pengobatan

    Pelayanan pengobatan yang dilaksanakan Puskesmas Ciputat yaitu pengobatan umum, pengobatan gigi dan klinik IMS. Ditujukan untuk pelayanan masyarakat umum, pemegang jaminan kesehatan prabayar (Askes, Jamsostek dan BPJS Mandiri ) dan pelayanan untuk masyarakat miskin atau pemegang kartu jamkesmas. Tahun 2016 Pelayanan Kesehatan pada masyarakat miskin di Puskesmas Ciputat adalah 5.549 jiwa yang telah mendapat pelayanan kesehatan atau 62,89% dari 8.823 masyarakat miskin yang ada di wilayah Ciputat, dengan 2.605 yang telah mempunyai kartu Jamkesmas. Sedangkan total kunjungan pasien selama tahun 2016 baik dari kunjungan lama dan baru jumlahnya mencapai 84.360 pasien.  

  • Program Pengembangan Wajib

         Program Lansia

    Pelayanan kesehatan salah satunya ditujukan terhadap kelompok usia lanjut, dimana pada kelompok ini biasanya banyak mengalami gangguan kesehatan degeneratif dan fungsi tubuh lainnya. Dalam upaya meningkatkan status kesehatan usia lanjut, telah dilaksanakan kegiatan program pelayanan kesehatan usia lanjut. Program Kesehatan Usia Lanjut juga telah diupayakan melalui kegiatan penjaringan usia lanjut di Posbindu. Pada tahun 2016  jumlah posbindu yang ada di wilayah Ciputat adalah 7 Posbindu yang menyebar di 2 kelurahan dengan jumlah lansia 60 tahun keatas yang dilayani kesehatannya sebanyak 1.653 jiwa (80 %). 

 

1.1  TUJUAN UMUM

Mengoptimalkan kemampuan Puskesmas dalam mengelola program – program kegiatan dalam upaya peningkatan peran serta Puskesmas sebagai salah satu pusat pengembangan, Pembinaan dan Pelaksanaan Upaya Kesehatan agar misi Indonesia sehat dapat dicapai.

 

1.2  TUJUAN KHUSUS 

  1. Untuk meningkatkan Cakupan dan Mutu Pelayanan Kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan di puskesmas dan wilayah kerjanya.
  2. Untuk mengolah Potensi SDM yang ada di Puskesmas itu sendiri
  3. Untuk lebih meningkatkan dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Semoga dengan adanya beberapa Program dan hasil laporan yang tersebut diatas dan tentu juga dukungan dari masyarakat apa yang menjadi harapan dan tujuan kita semua bisa tercapai dengan lancar.