Hot News

Puskesmas Situ Gintung

Puskesmas merupakan ujung tombak terdepan dalam pembangunan kesehatan di masyarakat yang mempunyai peranan cukup besar dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan.

    Mengapa dinamakan Puskesmas Situ Gintung, padahal berlokasi di Serua ? karena Puskesmas kami dibangun bekerja sama dengan  TV One  untuk korban longsor Situ Gintung yang diungsikan ke kelurahan Serua.

   Puskesmas Situ Gintung merupakan puskesmas perkotaan, yang terletak di Kelurahan Serua Kecamatan Ciputat. Sebagai puskesmas perkotaan tentunya dituntut untuk melayani masyarakat dengan lebih baik, karena masyarakat perkotaan memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi, sehingga tentunya masyarakatnya pun lebih kritis.

    Maka Puskesmas Situ Gintung bukan saja dituntut untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat tetapi juga harus memiliki manajemen yang professional dan mutu pelayanan harus sesuai standar, mencapai target dan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Sumber daya manusia yang handal dan terpercaya serta sarana dan prasarana yang memadai merupakan modal utama dalam pencapaian hasil kerja yang baik dan memuaskan.

TUJUAN 

a. Tujuan Umum

Tercapainya tingkat kinerja Puskesmas  Situ Gintung  yang berkualitas serta optimal dalam mendukung pencapain tujuan pembangunan kesehatan Kota Tangerang Selatan.

 b. Tujuan Khusus 

  • Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan serta manajemen Puskesmas Situ Gintung pada akhir tahun kegiatan.
  • Mengetahui tingkat kinerja Puskesmas Situ Gintung pada akhir tahun berdasarkan urutan peringkat kategori Puskesmas.
  • Mendapatkan informasi analisis kinerja Puskesmas Situ Gintung dan bahan masukan dalam penyusunan rencana kegiatan Puskesmas Situ Gintung dan Dinas Kesehatan kota Tangerang Selatan 

GAMBARAN UMUM 

Puskesmas Situ Gintung termasuk dalam wilayah Kecamatan Ciputat tepatnya Kelurahan Serua dengan luas wilayah 379.153 Ha. Wilayah Kerja Puskesmas Situ Gintung terdiri satu kelurahan saja, yaitu Kelurahan Serua.

Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut  :

  • Sebelah Utara              :  Berbatasan dengan Kelurahan Jombang
  • Sebelah Selatan          :  Berbatasan dengan Kelurahan Pondok Benda
  • Sebelah Barat              :  Berbatasan dengan Kelurahan Jombang, Kelurahan Ciater & Kecamatan Serpong 
  • SebelahTimur               :  Berbatasan dengan Kelurahan Serua Indah

Beberapa Program Kesehatan di Puskesmas Situ Gintung, Yaitu : 

Program Promosi Kesehatan

    Peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja  Puskesmas Situ Gintung dilakukan selain pelayanan kesehatan dalam gedung, juga dengan melakukan kegiatan penyuluhan sebagai upaya promotif dan preventif. Penyuluhan dilakukan pada tingkat Kelurahan, RW maupun RT, juga pada kelompok masyarakat seperti  di posyandu dan penyuluhan pada tingkat sekolah.

  • Kegiatan Penyuluhan

    Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh semua pihak, baik dokter umum, dokter gigi, bidan dan tenaga kesehatan lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi angka kesakitan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Situ Gintung.

    Kegiatan penyuluhan yang dilakukan pada tahun 2016 di wilayah kerja Puskesmas Situ Gintung sebanyak 64 kali, dan sebanyak 12 kali berupa penyuluhan di Institusi Pendidikan.

  • UKBM

    Pelaksanaan kegiatan pembangunan di bidang kesehatan sangat membutuhkan peran serta aktif masyarakat. Peran serta masyarakat diwujudkan dalam bentuk UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat) yang bentuknya antara lain  :  Posyandu, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Posbindu dan lain lain.

    Jumlah posyandu di wilayah kerja Puskesmas Situ Gintung pada tahun 2016 sebanyak 25 posyandu, terdiri dari 3 posyandu Madya, 18 posyandu Purnama dan 4 posyandu Mandiri Serta 13 Posbindu.

(Gb.1). Kegiatan Pos Yandu di RW. 24. 

Program KIA-KB

  • Pemeriksaan Ibu Hamil

             Pada tahun 2016 persentase cakupan pemeriksaan ibu hamil untuk kunjungan lengkap (K4) pencapaian sebesar 870 ibu hamil atau sebesar 95.1%. 

  • Ibu Hamil Resiko Tinggi Yang Di Rujuk

    Dalam memberikan pelayanan khususnya ibu hamil yang memiliki risiko tinggi oleh tenaga bidan di desa dan puskesmas, beberapa kasus memerlukan pelayanan kesehatan rujukan. Hal ini karena terbatasnya kemampuan dan prasarana dalam memberikan pelayanan sehingga kasus tersebut perlu dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai. Pada tahun 2016 ada 870 ibu hamil. Kunjungan ibu hamil K1 sebesar 99,1 %, kunjungan ibu hamil K4 sebesar 95.1%.

 

KESEHATAN ANAK

     Bayi hingga usia kurang dari satu bulan merupakan golongan yang mempunyai risiko kesehatan paling tinggi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan pada neonatal (0 – 28 hari) minimal dua kali yaitu satu kali pada umur 0 – 7 hari dan satu kali pada umur 8 – 28 hari. Selain pelayanan kesehatan dilakukan pula konseling perawatan bayi oleh ibu.

Pada tahun 2016 angka kunjungan neonatal sebesar 100% sedangkan Jumlah bayi yang mendapat ASI ekslusif sebesar 48,6%.

Pada tahun 2016 dari 354 Kelahiran terdapat 11 (1,4%) bayi dengan kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

 

Program Perbaikan Gizi

  • Gizi Buruk

    Penjaringan balita gizi buruk dilakukan baik di dalam gedung puskesmas melalui Poli gizi anak maupun di posyandu.Balita gizi buruk yang ditemukan di posyandu dirujuk ke Puskesmas Situ Gintunguntuk memperoleh pemeriksaan selanjutnya.Selain dilakukan pemeriksaan fisik juga dilakukan konseling tentang makanan sehat, kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan dan informasi kesehatan lainnya sesuai dengan kebutuhan balita. Balita gizi buruk yang di temukan di posyandu seluruhnya di rujuk ke Puskesmas dan mendapat perawatan lanjutan, serta mendapatkan MP ASI pemulihan  sampai balita tersebut bebas dari rawan gizi.

Penyebab perubahan status gizi balita bukan hanya disebabkan oleh kondisi kesehatan saja tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti kesejahteraan, pendidikan, lapangan kerja dan lain – lain.

 

PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah yang dilakukan melalui Trias Program UKS yaitu :

Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

Beberapa Kegiatan UKS Tahun 2016 :

1. Pembinaan Dokter Kecil ( Dokcil)

     Kegiatan dilaksanakan selama 2-3 hari materi yang disampaikan diantaranya materi tentang UKS, Kesehatan Gigi, PHBS, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Penyakit dan P3K. Tujuan pembinaan dokter kecil yaitu dokcil dapat menolong dirinya sendiri dan orang lain untuk hidup sehat, dan dapat membina teman - teman  sebagai promotor kesehatan.

 

 

(Gb. 2). Kegiatan Pembinaan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) yang diberikan kepada siswa tingkat Sekolah Dasar agar siswa mengetahui cara merawat dan menjaga gigi agar tetap sehat.

 

NO

NAMA SEKOLAH

JUMLAH SISWA

JUMLAH DOKCIL

JUMLAH GURU UKS

1

SDN SERUA 1

652

0

1

2

SDN SERUA 2

440

25

1

3

SDN SERUA 3

1051

33

1

4

SDN SERUA 4

571

0

1

5

SD TIRTA BUARAN

230

24

1

6

SD TARUNA BANGSA

174

12

1

7

SD WASKITO

385

15

1

8

MI AL-FALAH

231

0

1

9

SD ERENOS

301

19

1

10

SD NUSA INDAH

216

22

1

11

SDIT AL-LAUZAH

287

0

1

12

MI PEMBANGUNAN INSANI

399

0

1

13

MI BAITURRAHMAN

204

0

1

14

SD BETHESDA INDONESIA

229

0

1

 

 

2. Pembinaan Kader Kesehatan Remaja (KKR)

Pembinaan Kader Kesehatan Remaja (KKR) dilaksanakan di beberapa sekolah SMP dan SMA yaitu SMP ERENOS, SMP NUSA INDAH dan MTS AL- FALAH.

Secara umum memang dapat kami sampaikan bahwa pencapaian upaya kesehatan belum mencapai hasil terbaik yang diinginkan. Oleh karena itu perlu terus dilakukan upaya – upaya peningkatan partisipasi masyarakat di dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat baik kegiatan preventif, kuratif dan rehabilitatif, serta perlunya peningkatan pembiayaan kesehatan, tenaga kesehatan, sarana dan prasarana dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan.  

    Meskipun demikian, beberapa program pelayanan langsung pada masyarakat sudah dicapai hasil yang memuaskan, terbukti dengan tidak adanya komplain yang signifikan dari masyarakat terhadap pelayanan yang kami berikan. Selain itu, secara kualitatif masyarakat merasakan peningkatan pelayanan kesehatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun tentu saja kami tidak boleh berpuas diri, masih banyak PR yang harus dituntaskan di tahun mendatang.

Bila semua unsur terkait saling bersinergi, kami yakin, pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih optimal lagi sesuai dengan target Tujuan Kesehatan Kota Tangerang Selatan.