• Facebook
  • Twitter
  • Rss
  • Plus
dinkes.tangerangselatankota.go.id

Sosialisasi Peraturan Walikota tentang Air Susu Ibu (ASI)

Okt 14Read 265 times
Sosialisasi Peraturan Walikota tentang Air Susu Ibu (ASI)

 

 

                   

 

      Kota Tangerang Selatan kini telah memiliki Peraturan Walikota (Perwal) Tentang Pemberian Air Susu Ibu Ekslusif Nomor 19 tahun 2015, yang telah ditetapkan pada tanggal 5 Juni 2015. Di Awal tahun 2016 yang lalu tepatnya pada bulan Maret 2016 diadakan Kegiatan sosialisasi Peraturan Walikota tersebut oleh Seksi Gizi, Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Sosialisasi ini ditujukan kepada masyarakat luas pada umumnya dan kepada para pemangku kebijakan baik di Rumah Sakit Umum, Rumah Sakit Ibu Anak, Rumah Bersalin, Kepala Puskesmas, Organisasi Profesi, Seluruh Camat dan Lurah pada khususnya. 

Peraturan Walikota ini merupakan turunan dari peraturan pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Ekslusif. Peraturan yang terdiri dari 11 BAB dan 33 Pasal, tidak terlepas dari ikatan peraturan pemerintah sebelumnya. Menurut WHO, Pemberian ASI merupakan standar emas dalam pemberian makanan bayi. Standart emas makanan bayi terdiri dari: IMD (Inisiasi Menyusu Dini) segera setelah bayi lahir hingga minimal 1 jam, 0-6 bulan bayi diberikan ASI saja (ASI ekslusif), mulai 6 bulan bayi mendapat MPASI, dan ASI diteruskan pemberiannya bersamaan dengan MPASI sampai anak usia 2 tahun. IMD merupakan langkah untuk keberhasilan dalam menyusui hingga dua tahun lamanya. Manfaat ASI dan IMD  telah banyak diteliti, dan untuk mendukung keberhasilan menyusui diperlukan kerjasama terutama oleh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dan tenaga kesehatan (Nakes) itu sendiri. Dengan hanya menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui 10 (LMKM) menurut WHO dan Peraturan Pemerintah maka diharapkan lebih banyak fasyankes yang benar-benar pro-ASI.    

    Anjuran Penggunaan ASI bukanlah hal yang baru, dalam tiap agama menganjurkan pemberian ASI sejak dahulu. Maraknya penggunaan susu formula bayi kini terbukti membawa dampak buruk bagi kesehatan ibu dan bayi itu sendiri secara langsung maupun tidak langsung bagi keluarga, lingkungan, dan beban devisa negara dan hendaknya hal ini disikapi dengan bijak. Dr.Asti Praborini sp.A, IBCLC, narasumber pakar ASI telah menjelaskan dengan sangat detil dan jelas dalam kegiatan tersebut. 

 

HomeInfo DinkesInfo KesehatanInfo GiziSosialisasi Peraturan Walikota tentang Air Susu Ibu (ASI) Top of Page