• Facebook
  • Twitter
  • Rss
  • Plus
dinkes.tangerangselatankota.go.id

MEWUJUDKAN GIZI SEIMBANG UNTUK MENGATASI MASALAH GIZI GANDA

Mar 12 Read 2426 times

Masalah gizi ganda tidak hanya dialami oleh negara-negara maju, tetapi saat ini sudah banyak terjadi di beberapa negara berkembang seperti Indonesia. Kini masalah gizi di Indonesia tidak hanya

sebatas masalah kurang gizi, terjadi pergeseran dalam pola hidup masyarakat yang menyebabkan timbulnya masalah gizi ganda di masyarakat. Masalah gizi ganda yang dimaksud adalah masyarakat tidak hanya menghadapi masalah kurang gizi namun juga gizi lebih. 

Data dari Riskesdas 2010 menyebutkan pada balita di Indonesia angka prevalensi berat kurang (underweight) 17,19 persen, kependekan (stunting) 35,6 persen, dan gizi lebih (overweight) 5,8 persen. Pada anak usia 6-12 tahun sejumlah 12.2 persen tergolong kurus dan 9.2 persen tergolong gemuk (gizi lebih). Pada orang dewasa  12.6 persen tergolong  kurus (IMT) dan 21.7 persen tergolong gemuk. Bila dibandingkan dengan pencapaian sasaran MDG’s tahun 2015 yaitu 15,5 persen maka prevalensi berat kurang secara nasional harus diturunkan minimal 2,4 persen. Pada masalah gizi lebih atau kegemukan terjadi peningkatan prevalensi di tiap kelompok umurnya. Semakin bertambahnya umur, masyarakat cenderung lebih tinggi untuk kelebihan berat badan dibanding yang kurus. Ini menunjukan terjadinya masalah gizi ganda yaitu kurang gizi dan gizi lebih.

Masalah gizi tidak hanya dapat dialami oleh masyarakat yang memiliki daya beli rendah, tetapi dapat juga dialami oleh masyarakat yang memiliki daya beli yang cukup dan lebih. Pergeseran pola hidup di masyarakat menyebabkan sebagian besar masyarakat kita lebih menyukai makanan siap santap yang kandungan gizinya tidak seimbang. Pada makanan siap santap rata-rata mengandung lemak dan garam yang tinggi tetapi kandungan seratnya rendah. Kebiasaan mengonsumsi makanan siap santap seperti ini tentu menimbulkan masalah gizi lebih di masyarakat terutama di daerah perkotaan. Sementara itu masalah kurang gizi seperti anemia gizi besi (AGB), kurang energi protein (KEP), kurang vitamin A (KVA), dan gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) masih menjadi masalah yang harus diperhatikan.

 

Pengetahuan gizi yang cukup dan benar akan membuat masyarakat berupaya untuk mengatur pola makannya untuk memenuhi gizi seimbang. Gizi seimbang adalah gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh melalui makanan sehari-hari sehingga tubuh bisa aktif, sehat optimal, tidak terganggu penyakit, dan tubuh tetap sehat (Soenardi, 2005).

Ada 13 pesan umum gizi seimbang (PUGS ) :

1.Makanlah beraneka ragam makanan.

Tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi secara legkap untuk menunjang seseorang hidup sehat kecuali bayi umur 0-6 bulan yang cukup sehat hanya dengan ASI (air susu ibu) saja. Makan hidangan yang beraneka ragam dapat menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur bagi kebutuhan gizi seseorang.

2.Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi.

Kecukupan energi dapat dipenuhi dengan mengonsumsi bahan makanan sumber karbohidrat, protein, dan lemak. Kecukupan energi ditandai oleh berat badan yg normal, tidak kurus ataupun kegemukan. Kriteria berat badan normal dapat dilihat di dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) atau IMT (Indeks Massa Tubuh). Menjaga berat badan tubuh tetap normal sangatlah penting, bila berat badan lebih dari yang seharusnya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif sedangkan berat badan yang kurang akan menurunkan produksi kerja maupun prestasi belajar serta menghambat proses tumbuh kembang pada anak.

3.Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.

Terdapat dua jenis karbohidrat, karbohidrat sederhana dan kompleks. Dalam memilih menu sehari-hari gunakanlah jenis karbohidrat kompleks, seperti zat pati sebagai sumber energi. Hal ini karena zat pati atau tepung dimetabolisme lebih lambat sehingga kadar glukosa dalam tubuh stabil lebih lama. Karbohidrat kompleks merupakan zat gizi yang bersumber dari berbagai macam makanan pokok yang biasa kita konsumsi sehari-hari, misalnya beras, jagung, roti, dan lain sebagainya. Sementara itu karbohidrat sederhana biasanya terdapat pada gula yang cenderung tidak mengenyangkan dan membuat kita ingin makan secara berlebihan. Karbohidrat sebaiknya tidak boleh dikonsumsi lebih dari 60 persen sebab dapat menghambat pemenuhan zat gizi lain seperti protein, vitamin, dan mineral.

4.Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi.

Lemak tetap dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A,D,E, dan K), serta menambah lezatnya hidangan yang kita konsumsi (umami). Lemak dan minyak memang dibutuhkan oleh tubuh kita akan tetapi konsumsinya harus tetap dibatasi terutama lemak dan minyak yang mengandung asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh biasanya terdapt pada lemak hewani seperti daging sapi dan ayam. Mengkonsumsi lemak hewani secara berlebihan dapat menyebabkan kegemukan, penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Sebaiknya perbanyak konsumsi lemak nabati seperti alpukat, kacang tanah, kacang kedelai, jagung, dan lain sebagainya.

5.Gunakan garam beriodioum.

Yodium diperlukan tubuh terutama untuk sintesis hormon tiroksin yang dihasilkan kelenjar tiroid yang sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan kecerdasan. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dalam waktu lama, kelenjar tiroid akan membesar untuk menangkap iodium lebih banyak dari darah. Pembesaran kelenjar tiroid tersebut dikenal sebagai sakit gondok. Bila terjadi defisiensi pada masa hamil, pengaruhnya terhadap janin sangat merugikan karena dapat berisiko pada timbulnya keguguran, kematian pada saat dilahirkan, kematian bayi dini, serta terganggunya perkembangan otak yang bersifat tidak dapat disembuhkan (Astawan, 2009). Akan tetapi konsumsi garam tetap harus dibatasi yaitu tidak boleh lebih dari 6 gram atau satu sendok teh per orang per hari. 

6.Makanlah makanan sumber zat besi.

Fungsi utama zat besi adalah untuk memproduksi sel darah merah dan sel darah otot serta menghindari terjadinya anemia (Bangun, 2005). Kekurangan zat besi pada umumnya menyebabkan pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh, menurunnya kemampuan kerja, menurunnya kekebalan tubuh, dan gangguan penyembuhan luka. Disamping itu kemampuan mengatur suhu tubuh berkurang. Pada anak-anak kekurangan besi menimbulkan apatis, mudah tersinggung, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan belajar (Almatsier, 2004). Sumber zat besi yang baik adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Seseorang yang kekurangan zat besi cenderung memiliki berat badan kurang karena menurunnya nafsu makan sehingga konsumsi makanan sumber zat besi merupakan hal yang penting.

7.Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 6 bulan.

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi usia 0-6 bulan. Sebaiknya pemberian ASI dimulai dari awal kehidupan bayi yaitu ½ - 1 jam setelah dilahirkan ( Inisiasi Menyusu Dini – IMD). Setelah usia anak 6 bulan mulai beri makanan pendamping ASI (MP ASI) dan teruskan menyusui hingga anak berusia 2 (dua) tahun. Pemberian ASI saja sampai umur 6 bulan ini tentu akan menjaga berat badan anak tetap pada kondisi normal karena semua kebutuhan zat gizinya telah terpenuhi secara optimal.

8.Biasakan makan pagi.

Makan pagi sangatlah penting dilakukan sebelum kita mulai melakukan aktivitas sehari-hari. Makan pagi berguna untuk memenuhi kebutuhan energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menjaga konsentrasi dalam berpikir serta menjaga daya tahan tubuh kita. Selain itu, kebiasaan makan pagi dapat mencegah makan yang berlebihan saat jam makan siang.

9.Minumlah air bersih dan aman yang cukup jumlahnya. 

Tubuh dapat bertahan selama berminggu-minggu tanpa makanan tetapi hanya dapat bertahan beberapa hari tanpa air. Fungsi air di dalam tubuh sangatlah penting karena 50-60% berat badan orang dewasa berupa cairan. Cairan yang dikonsumsi seseorang, minimal 2 liter atau setara dengan 8 gelas setiap harinya. Bila kita mengonsumsi cairan kurang dari yang seharusnya maka tubuh akan merasakan efek dehidrasi yaitu merasakan rasa lapar yang semu yang menyebabkan konsumsi makanan yang berlebihan untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut, padahal sebenarnya tubuh merasakan haus.

10.Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur.

Berolahraga secara rutin akan meningkatkan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dalam setiap denyutan. Berolahraga akan menurunkan denyut jantung ketika tubuh beristirahat, memperbaiki tingkat kolesterol, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi lemak tubuh (Firshein, 2010). Selain itu berolahraga secara teratur juga dapat membantu kita untuk menjaga berat badan tetap normal.

11.Hindari minum minuman beralkohol.

Seseorang yang minum minuman beralkohol akan sering buang air kecil sehingga menimbulkan rasa haus. Orang ini akan mengatasi rasa hausnya dengan minum minuman beralkohol lagi. Alkohol hanya mengandung kalori yang tinggi, tetapi tidak mengandung zat gizi lain. Kalori dalam alkohol akan langsung tertimbun di cadangan lemak dibagian perut (buncit) sehingga berat badan akan meningkat dengan cepat.  

12.Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.

     Makanan yang aman adalah makanan yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroba berbahaya, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, telah diolah dengan tata cara yang benar sehingga fisik dan gizinya tidak rusak.  Makan makanan tidak aman dapat menyebabkan gangguan kesehatan, menderita keracunan dapat mengakibatkan kematian.

13.Bacalah label makanan yang dikemas 

    Tujuannya adalah untuk mengetahui komposisi bahan-bahan penyusun (ingredients), komposisi gizi, serta tanggal kadaluarsa (expire date), memberikan informasi  kepada konsumennya untuk menilai halal atau tidaknya makanan tersebut. Semua keterangan pada label makanan kemas membantu konsumen untuk memilih produk yang tepat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai. 

Mulailah menjaga kesehatan kita dengan menerapkan pedoman umum gizi seimbang dalam kehidupan sehari–hari. Dengan tubuh yang sehat kita dapat menjalankan aktivitas dengan baik

 

More in this category: NUTRISI SELAMA HAMIL »
HomeInfo DinkesInfo KesehatanInfo GiziMEWUJUDKAN GIZI SEIMBANG UNTUK MENGATASI MASALAH GIZI GANDA Top of Page