• Facebook
  • Twitter
  • Rss
  • Plus
dinkes.tangerangselatankota.go.id

Sosialisasi Program 1 Rumah 1 Jumantik

Des 28Read 291 times
Sosialisasi Program 1 Rumah 1 Jumantik

 

                                                                                                                       

   Seperti yang kita ketahui, Sepanjang tahun 2016 ini situasi cuaca tidak dalam kondisi Stabil dengan jumlah curah hujan yang tidak menentu, menimbulkan genangan air dimana-mana yang akhirnya menciptakan lokasi utama  berkembang biaknya Nyamuk. Dari data yang ada pada tahun 2014, kasus Penyakit DBD menjadi yang tertinggi ada di wilayah Banten dengan Wilayah Tangerang Selatan mencapai 570 kasus dan terendah kabupaten Pandeglang dengan 114 kasus. Terjadinya peningkatan penyakit DBD disebabkan beberapa faktor : Selain adanya perubahan cuaca, juga karena pola hidup kebiasaan masyarakat yang kurang tertib dalam menjaga lingkungannya. Pihak Dinas Kesehatan Tangsel sudah berulangkali mensosialisasikan ke masyarakat untuk menekan perkembang biakan Jentik Nyamuk, mulai dari Fogging atau Pengasapan, Penyebaran bubuk Abate, hingga meningkatkan Efektifitas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap desa dan kelurahan. Salah satu kegiatan yang pernah dilakukan Dinkes Tangsel adalah Pada bulan November 2016 lalu, melalui Unit Pelaksana Teknis(UPT) Puskesmas Jurang Mangu, melakukan Penyuluhan sekaligus mengajak warga sekitar Puskesmas untuk Mengantisipasi penyakit Demam Berdarah, Malaria dan berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh Nyamuk, " Kewaspadaan bisa dilakukan melalui sistem pencegahan penyebaran virus DBD. Kita tahu, demam berdarah merupakan penyakit berbasis lingkungan. Artinya, masyarakat perlu senantiasa diingatkan untuk menjaga kondisi lingkungannya,” kata Hj. Dyah Indriastuti, BU, Ssit.

   Dihadiri oleh Lurah Jurang Mangu Barat Bpk. Muhamad Ma'mun, Aiptu Supriatin dan Pelda Jumangin, warga membubuhkan tanda tangan di atas kain sebagai komitmen bersama dalam Pemberantasan penyakit DBD. 

   Kegiatan terakhir berkaitan dengan penyakit DBD adalah saat Car Free Day di kawasan BSD City, belum lama ini Dinkes Tangsel juga mensosialisasikan gerakan yang disebut Gerakan "1 Rumah 1 Jumantik". Juru Pemantau Jentik, merupakan anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk guna mengendalikan penyakit DBD di suatu daerah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu: Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas, Plus cegah gigitan Nyamuk. Gerakan ini bertujuan menurunkan angka penderita dan angka kematian akibat DBD dengan meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga untuk melakukan pencegahan, selain itu program ini sebagai aksi pemberantasan sarang nyamuk yang mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk, khususnya jentik Nyamuk Aedes Aegeypty

   Salah satu daerah yang telah berhasil melaksanakan gerakan ini secara efektif adalah Kota Tangerang Selatan, sehingga dalam momen Car Free Day ini berharap Sosialisasi penyakit DBD kepada masyarakat akan terus berlanjut, sehingga masyarakat akan lebih memperhatikan lingkungan sekitar dan kesehatan setiap anggota keluarga.   

 

                                                                                                         

HomeInfo DinkesInfo KesehatanInfo KesLingSosialisasi Program 1 Rumah 1 Jumantik Top of Page